Kamis, 05 April 2012

Penjelasan dan Fungsi Komponen pada Power OCL 150 Watt


R1 (100K), berfungsi meredam hum / sinyal liar yang mungkin timbul terutama pada saat amplifier dihidupkan tanpa rangkaian input.

C1 (100nF), sebagai kopling, menyalurkan sinyal ac (lebih dari 20Hz) dan menahan sinyal dc.

R2 (33)K, memberi bias ke basis TR1 sekaligus membuat kapasitor resonansi C2 lebih aktif. Gain bas bisa 2 hingga 4 kali lipat (sekitar 6dB) lebih kuat dari amplifier lain.

R6 (33K), resistor gain. Semakin besar nilainya semakin besar pula penguatannya. Penguatan dan kejernihan suara berbanding terbalik. Jika rangkaian amplifier ini harus disupply dengan tegangan rendah, misal 12V ct 12V, maka sebaiknya R6 ini diganti dengan yang lebih kecil, misalnya dari 33K menjadi 10-12K.

R3 (560), kebalikan dari R6

C2 (47uF), kapasitor resonansi/kapasitor gain/kapasitor feed back, hanya bekerja pada arus ac. Menjamin R3 supaya hanya meneruskan sinyal audio (di atas 20Hz) & menahan arus dc.

TR1, TR2 (A564), Stage input yang bekerja kebalikan. TR1 penguat non-inverting, sedangkan TR2 penguat inverting. Untungnya stage ini menggunakan transistor PNP. Transistor PNP biasanya jauh lebih linier, pemilihan komponen yang cerdas.

D1, D2, R4, R7, TR4, membentuk rangkaian regulator arus untuk mensupply stage input. Dioda ini tidak harus high speed, yang penting kuat membentuk tegangan sekitar 1.3V, amplifier lain malah mengganti dua dioda ini dengan satu biji led.

R4 (10K), Bias D1 & D2, Semakin kecil semakin panas, semakin panas semakin jernih. Menjamin TR1 & TR2 tidak kekurangan arus. Kejernihan suara salah satunya ditentukan dari sini. Berfungsi juga untuk membuang muatan kapasitor power supply, penting pada saat rangkaian dimatikan dipegang untuk diperbaiki.

R10-R11 (100), C5-C6 (47uF), membentuk rangkaian filter dengung & osilasi yang mungkin terjadi dari kaki-kaki TR3 & TR4. Osilasi biasanya berupa sinyal ultra treble halus yang bisa membuat heatsink/transistor power lebih panas.

D3 D4, D5, membentuk regulator tegangan bias untuk TR5 & TR6 (pengganti baterai 1,8-2,1v) yang nilainya 3 x dioda = 1,8V - 2,1V. Pada rangkaian amplifier yang lain biasanya V bias ini di paralel dengan kapasitor 100nF-2u2 agar lebih stabil saat terkena guncangan sinyal yang berlebihan.

R12 (100), menjaga supaya nilai tegangan bias tidak lebih dari 2V. Tegangan bias ini bernilai tetap, berada di titik CT (kira kira -1V hingga +1V). Tegangan tetap ini terombang-ambing ke atas dan ke bawah seperti getaran daun speaker. Sebenarnya R ini bisa dihilangkan. Amplifier model ini bisa bekerja pada rating tegangan naik atau pun turun, tidak seperti amplifier yang menggunakan dioda zener, rewel.

TR3 (D438), sebagai penguat sinyal tegangan (unbalanced). Menarik sinyal bias ke rel negatif supply. Sedangkan yang menjaga/ menarik sinyal bias ke rel positif supply secara otomatis adalah R8 (2K2) & R9 (4K7). Output antara rel positif dan rel negatif tegangannya mendekati simetris tetapi tidak sama kekuatan arusnya, oleh sebab itu perlu rangkaian penguat arus pertama (D313) sebelum diumpan ke transistor final. Untuk amplifier mosfet biasanya tidak perlu sepasang transistor ini (D313/B507) karena transistor final mosfet sudah cukup aktif diberi arus gate kecil, 0.1mA.

C3, mengatasi noise & osilasi pada TR3

C4 (47u), Bootstrap, menyesuaikan getaran tegangan bias tadi, biasanya kapasitor ini bernilai 22uF atau lebih. Jalur referensi yang dipakai bukan ground tetapi jalur speaker untuk mengimbangi getaran tegangan bias. Menyesuaikan kekuatan getaran bass pada saat konus speaker bergerak ke depan. Membantu kerja transistor final supaya tidak panas sebelah. Dan memompa/menampung tenaga untuk Volt-Amp-Stage pada saat sinyal full berada dipuncak. Saya belum mengetahui nilai yang cocok untuk ini.

TR5 (B507) & TR6 (D313), sebagai penguat arus pertama. Seringnya transistor ini diganti dengan TIP41C/tip42C.

R13 & R14 (330), memberi supply arus ke TR5 & TR6 lewat emitornya masing-masing. Seringnya dua resistor ini hitam terbakar karena ketidaksesuaian antara getaran yang dikeluarkan kit amplifier dengan respon loudspeaker. Transistor final tidak mampu mempertahankan tegangan yang diberikan transistor driver, beban/speaker dianggap terlalu berat buat transistor power. Sebaiknya selain ganti transistor power dengan kualitas yang lebih baik, resistor 330 juga diganti dengan daya minimal 2 Watt karena terhubung seri terhadap beban/speaker.

R15 & R16 (0,5/5W), memberi supply ke TR7 & Tr8 lewat kaki emitor. Resitor ini bernilai kecil karena kita menginginkan arus besar, biasanya bernilai tidak lebih dari 0.5 Ohm.

TR7 (MJ2955) & TR8 (2N3055), transitor daya sebagai penguat arus terakhir. Sebenarnya transistor buatan ST ini sudah lebih dari cukup bagus, tetapi karena alasan model jadul, tegangan rating maksimum rendah (maksimal 32v ct), susah memasangnya & murah harganya banyak di antara kita memilih tranistor lain yang lebih mahal. Ada banyak keuntungan menggunakan transistor logam dari pada transistor plastik terutama untuk peralatan outdoor.


Tambahan...
L, menahan sinyal di atas 20Khz & memutus osilasi ke jalur speaker. Jika sinyal treble terhambat dengan adanya L maka Ra menyalurkannya ke speaker dengan nilai yang mendekati impedansi speaker, biasanya 8~10 Ohm.

Rb & C, membantu kerja L & Ra. sinyal di atas 20KHz akan mengalir ke ground melalui Rb (10). Nilai C biasanya kurang dari 100nF. Sedangkan Rb biasanya mendekati nilai impedansi speaker 8 Ohm dengan daya minimal 2 Watt. Kalau Rb ini gosong berarti sinyal ultra treble/osilasi ada dan kerja . Jadi hati-hati dengan treble yang berlebihan! Ketiga komponen ini (L, Rb, C) adalah suatu cara yang tidak bersifat preventif/mencegah osilasi, dan sebenarnya lebih cocok diaplikasikan pada frekuensi tinggi dan sinyal rendah..Sinyal besar pada output amplifier besar cenderung sukar dikendalikan.

19 komentar:

  1. kalau r 330 terbakar, ganti tr driver, tip31 dengan kualitas yang lebih baik

    BalasHapus
  2. Mas sani mau taya yg R 5w/0,5ohm itu jika tr finaly banyak misal 5set apkah nilaiy ttap sama0,5ohm?? Soalya aku udah gonta-ganti pakek yg 0,22 sampai yg 0,47ohm menurutku kayak g ad prubahan. Mohon pencrahanya mas.....

    BalasHapus
  3. Tetap 0.5/5w, Mas Wanto jangan terpengaruh dengan pemikiran2 kontroversial

    BalasHapus
  4. Ongky service semarang.

    mas sani kalo saya aplikasikan pada tegangan rendah 12v ct, apakah hanya R6(33k) yang saya ganti
    tenxs

    BalasHapus
  5. Ongky service, ya, ganti r33k dengan 12k

    BalasHapus
  6. mas..kalau resistor kotak putih itu hangus penyebab utama apa ya??trus kalau dah angus berakibat kemana??makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa dari dioda 1/3 putus/terbalik, akibatnya ke tr penguat akhir

      Hapus
    2. dioda zener yg merah hitam ituya mas??atau dioda hitam botol??

      Hapus
  7. Mas klo r12 kebakar trus tk gnti kbkar lagi solusinya gmna?
    (doni)

    BalasHapus
    Balasan
    1. 3/5 dioda minimal 1a, pemasangan jangan sampai terbalik

      Hapus
  8. mas sani sy mau tanya r330 sering hangus di kit 3 tingkat mono, sy pake travo 5A besar 32v 1 pasang tiap mesinya.
    apa penyebabnya, apa mungkin sy harus pake tegangan 25v ct

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebaiknya selain ganti transistor power dengan kualitas yang lebih baik, resistor 330 juga diganti dengan daya minimal 2 Watt

      Hapus
  9. Saya Agus asal Lamongan,ingin blajr lbh byk lgi ttg PA dari Mas Sani

    BalasHapus
  10. mas mf sblmnya perkenalkn sy wahid.gini mas sy mau tanya,apa penyebab tr final sonic boom panas sblm di kasih input dan bebab speaker mksh sblmnya

    BalasHapus
  11. mas sani klo mau pararel tr final apakah harus kasih R kapur pada kaki emitr? dan klo kaki basis kash R apa nda usah?
    makasih...

    slamet Di pemalang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebaiknya pakai resistor emitor, kalau basis bisa untuk sekring/fuse

      Hapus
  12. Trus klo kaki basisy kasih nilai R brapa mas yg pas?? Soaly klo gak salah di kit blaser cma 1ohm.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya pakai 10 ohm, tidak lebih

      Hapus
  13. mas sani mau tanya nih saya fendy di probolinggo.
    klo ocl di supply 45v tpi c5 dan c6 pake 47uf boleh tidak ?

    BalasHapus

Silakan semua bisa saling sharing, yang tidak punya akun bisa pakai anonymous, jangan lupa kasih nama dan tempat/daerah